Kamis, 16 Februari 2012

# Ketika Emosi Bertemu Bakat, Sebuah Transformasi #


Sewaktu kuliah dulu mantan pacar yang kini menjadi suami saya pernah mengantarkan dosen dari jurusan kami ke pintu gerbang kampus. Kampus kami cukup jauh dan naik turun, tak heran saya turun beberapa kilo karena setiap hari saya harus memiliki usaha yang bersifat keolahragaan terlebih dahulu jika ingin kuliah. Belum lagi jika terlambat, saya bisa mengeluarkan ekstra energi pada saat kondisi kritis itu.

Dosen wanita tersebut terkenal akan ‘kejudesannya’, namun seiring berjalannya waktu, beliau berubah layaknya bidadari. Beliau juga seperti artis di kampus kami, setiap ia lewat di depan kami jalannya yang cepat membuat bola mata kita terikat pada aura nya, mengikutinya sampai dia berada di ruangannya. Bagi kami beliau adalah salah satu dosen yang cerdas dan kritis. Jadi kebanyakan orang segan untuk dekat dengan beliau.

Dalam perjalanan mengantarkan sang dosen, suami saya diajak suatu diskusi singkat. Beliau menceritakan bahwa ada buku yang bagus yang dapat dibaca sebagai referensi. Buku tersebut bernama law of attraction. Beliau menyebutkan intisari dari buku tersebut. Sampai sekarang kami belum membaca buku itu, karena penerbit yang beliau maksudkan belum kami dapatkan.

Inti yang ingin beliau sampaikan adalah bahwa dalam diri manusia terdapat listrik statis yang dapat menarik energi-energi listrik benda-beda sekitar. Sederhananya jika kita berpikir positif, maka hal-hal yang positif akan datang menghampiri. Begitupun sebaliknya. Apakah emosi juga bisa menarik energi?

Ketika saya menonton tv one disana mengundang seorang talent wanita muda yang menghaslkan suatu ilustrasi gambar. Dimana dia menekankan bahwa gambar tersebut tercipta karena sedang menunjukkan emosi tertentu seusai membaca. Emosi itu dia gambar dan emosi yang ada di dalam gambar tersebut dapat menarik pembeli. Dia mengaku bahwa pembeli jika melihat gambar dan warna yang ditampilkan pada gambarnya, maka pesan emosi yang ingin dia sampaikan dapat tercitrakan menjadi sebuah kesan ataupun perasaan.

Ini contoh beberapa gambarnya, saya menyukai gambar wanita dengan rok dan menulis sesuatu di atas buku.



     
(diambil dari : http://chuzailiving.wordpress.com/)







Penciptanya bernama Melissa Sunjaya












Ini adalah tokonya di  Darmawangsa Square City Walk, Jakarta   :













Dia menulis buku juga, katanya sih niatan awal memang menulis buku tapi untuk strateginya, dia menjual produk terlebih dahulu. Dibantu Ibunya yang seorang home designer. Dia belajar seni kaligrafi juga dari ayahnya. Wow, keluarga berdarah seni. :)
















Ini lovely scetch, biasanya yang membeli tipe konsumen wanita yang girly.







OMG, dia pakai pulpen ternyata ya…













Jadi ingin kesana, semoga ada rejekinya. I love talent people... :) Suka banget sama suasana tokonya. So vintage, so warm. ^^ Mostly I loves their chair…


          

Tidak ada komentar:

Posting Komentar